PERTEMUAN 13
PENGENALAN E-COMMERCE & EBUSSINES
PENGENALAN
E-COMMERCE
DEFINISI E-COMMERCE
Istilah E-Commerce mulai muncul
di tahun 1990-an rnelalui adanya insiatif untuk mengubah paradigma transaksi
jual beli dan pembayaran dari cara konvensional ke dalam bentuk digital
elektronik berbasiskan komputer dan jaringan internet. Terdapat beberapa
definisi mengenai E-Commerce seperti berikut ini :
1.
Kim dan Moon di tahun 1998 menyatakan bahwa
E-commerce adalah proses untuk mengantarkan informasi, produk, layanan, dan
proses pembayaran, melalui kabel telepon, koneksi internet, dan akses digital
lainnya.
2.
2. Baourakis, Kourgiantakis, dan Migdalas di
tahun 2002 menyatakan bahwa ECommerce merupakan bentuk perdagangan barang dan
informasi melalui jaringan internet.
3.
4.
3. Quayle di tahun 2002 juga tidak mau kalah
untuk menambahkan definisi dari ECommerce. E-Commerce didefinisikan sebagai
berbagi bentuk pertukaran data elektronik atau Electronic Data Interchange
(EDI) yang melibatkan penjual dan pembeli melalui perangkat mobile, E-Mail,
perangkat terhubung mobile, di dalam jaringan internet dan intranet. 4. Chaffey
di tahun 2007 menyempurnakan lagi definisi mengenai E-Commerce, dengan
mempertimbangkan bahwa di tahun 2007 perkembangan teknologi komputer dan
jaringan internet telah menambah perubahan pada E-Commerce, dengan munculnya
beragam teknologi keamanan, teknologi pembayaran online, perangkat-perangkat
mobile (Smartphone, Handphone, Tablet), makin banyaknya organisasi dan pengguna
yang terhubung ke internet, dan munculnya berbagai teknologi pengembangan
aplikasi berbasis web. Sehingga kemudian dibuatlah perbaikan definisi dari
E-Commerce. E-Commerce didefinisikan sebagai semua bentuk proses pertukaran
informasi antara organisasi dan Stakeholder berbasiskan media elektronik yang
terhubung kejaringan internet.
LATAR BELAKANG MUNCULNYA ECOMMERCE
Berdasarkan definisi-definisi yang
diberikan di atas mengenai E-Commerce, maka dapat diketahui manfaat E-Commerce
di dalam membantu pengguna komputer, baik pelaku bisnis (pedagang, distributor,
produsen) maupun konsumen akhir, di dalam melakukan jual beli barang dan jasa
serta transaksi secara cepat dan mudah berbasiskan internet, Cukup dengan
koneksi internet dan komputer maupun perangkat terhubung yang digunakan,
kegiatan transaksi davat langsung terjadi antar pengguna dan pembeli, tanpa
perlu adanya kontak fisik dan tatap muka langsung.
Hal ini akan sangat berlawanan dengan kondisi di saat sebelum adanya
E-Commerce di dunia. Pada masa tersebut transaksi dilakukan secara langsung
melalui tatap muka antara penyedia barang dan jasa dengan para konsumen,
misalkan di pasar. Pembayaran dilakukan menggunakan mata uang yang telah
disepakati. Bahkan jauh sebelum uang diciptakan, transaksi dilakukan melalui
proses barter, yaitu proses tukar menukar barang.
Terdapat tiga faktor utama penyebab munculnya E-Commerce di era digital
ini.
Ketiga faktor pemicu tersebut
adalah
1. Adanya Evolusi Komputer Beserta
Hardware dan Software Perangkat keras komputer (Hardware) telah mengalami
kemajuan pesat. Bukan lagi hanya sebatas mengalami penyusutan ukuran sehingga
menjadi makin kecil, tapi juga diikuti dengan peningkatan performansi di
dalamnya. Sehingga dari waktu ke waktu ukuran komputer makin kecil namun
kecepatan komputasinya makin besar. Demikian juga pada perangkat lunak komputer
(Software), yang mencakup sistem operasi dan aplikasi.
2. Perkembangan Jaringan Komputer
dan Internet Jaringan Komputer dan internet telah memberikan peran besar
didalam memudahkan hubungan antar para pengguna komputer di seluruh dunia.
Hubungan dalam bentuk komunikasi dan pertukaran data terjadi setiap saat.
Adanya interaksi ini, kemudian memunculakn inovasi untuk mengalihkan kegiatan
di dunia nyata ke dalam dunia internet, salah satunya adalah kegiatan ekonomi.
Hal inilah yang memunculkan bentuk Iain dari transaksi konvensional ke dalam
bentuk transaksi digital, yang disebut dengan E-Commerce. Tatap muka antara
penjual dan pembeli tidak langsung terjadi, namun secara online melalui
perantara perangkat komputer maupun mobile beserta dengan aplikasi dan sistem
operasi. Misalkan saja dengan menggunakan aplikasi komunikasi berbasis teks
(Chatting, E-Mail), hingga Video Conference dan Audio Conference. Tanpa harus
bertemu secara fisik dan berlandaskan saling percaya, pembeli dan penjual dan
berinteraksi dan melakukan transaksi. Berbagai penyedia (provider) layanan
akses internet dan telekomunikasi juga turut berperan pada faktor nomor dua
ini. Sebut saja operator telekomunikasi yang menyediakan akses komunikasi dan
akses internet, sehingga pengguna komputer dan internet dapat dengan mudah
melakukan transaksi online dari perangkat mobile (misalkan Handphone,
Smartphone, Tablet) maupun komputer desktop dan komputer jinjing (notebook,
netbook). Dukungan lainnya juga muncul dari pihak bank (baik di dalam negeri
maupun di luar negeri) dan penyedia layanan transaksi elektronik (misalkan dari
PayPal). Pihak-pihak ketiga ini membantu di dalam proses transaksi online yang
terjadi antar pembeli dan penjual online. Misalkan saja di saat proses
pembayaran secara elektronik yang dilakukan konsumen terhadap tagihan jumlah
biaya yang harus dibayar berdasarkan barang yang diambil pada toko online,
dengan memanfaatkan layanan E-Banking milik suatu Bank maupun dari PayPal.
3. Perubahan Pola Pikir dan Gaya Hidup Manusia Di Era Digital
Faktor ketiga ini adalah faktor
yang juga sangat penting di dalam terwujudkan sebuah kegiatan E-Commerce saat
ini. Dengan makin berkembangnya perangkat keras dan perangkat lunak komputer
serta koneksi internet, masyarakat dunia mulai memasukai era digital yang
sesungguhnya. Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya kegiatan didunia nyata
(fisik) yang dialihkan kedunia internet. Misalkan saja kegiatan belajar
mengajar diruang kelas pada sekolah perguruan tinggi, kini dapat dilakukan
dengan online dan jarak jauh dengan memanfaatkan koneksi internet (elearning).
Dengan demikian juga dengan kegiatan bisnis dalam bentuk E-Bussines dan
E-Commerce.
ALUR KEGIATAN PADA E-COMMERCE
Dalam alur pada E-Commerce
tidak lepas dari adanya empat
komponen penting di dalam ECommerce Pada pembahasan di bawah ini, akan
dijelaskan mengenai empat kornponen penting di dalam E-Commerce serta alur pada
E-Commerce
Empat Komponen Penting di Dalam E-Commerce
E-Commerce memiliki alur kegiatan
secara umum yang melibatkan empat komponen, Keempat komponen itu meliputi :
1.
Penjualan.
Pihak penjual dapat berupa pemilik toko online
bersangkutan atau sejumlah pelaku usaha (apabila E-Commerce dalam bentuk multi
toko di dalamnya atau multi kepemilikan).
2.
Konsumen.
Merupakan pihak yang memegang peran penting di dalam jalannya sebuah
ECommerce, Sebagaimana pasar dan transaksi langsung di dunia nyata. pada
ECommerce pun konsumen adalah raja,
3.
Teknologi.
Teknologi mencakup semua
Teknologi Informasi terkini yang digunakan di dalam jalannya E-Commerce.
Dimulai dari teknologi web (misalkati PHP dan MySQL), aplikasi mobile (misalkan
berbasis platform Android), keamanan transaksi (misalkan dengan protokol SSL),
dukungan Cloud Computing, ERP (Enterprise Resource Planning), (Customer
Relationship Management), POS (Point Of Sale). Dukungan Kurs mata uang dan
Bahasa dari negara di dunia. Geographic Information System (GIS). Near Field
(communication (NEC). dan sebagainya
4.
Jaringan Komputer (Internet). Hal terakhir Yang
tidak kalah pentingnya ketersedinan jaringan computer khususnya internet
Sehingga mampu melayani seluruh pengguna di seluruh dunia. Bayangkan kemudahan
yang diberikan Oleh E-Commerce. Cukup dengan sebuah komputer dan internet.
Siapapun dapat menjadi penjual pembeli Serta melakukan transaksi jual beli
dengan cepat, mudah, murah dan lebih hemat. Jaringan komputer (khususnya
internet) adalah kornponen terpenting.
PENGENALAN E-BUSSINES
DEFINISI E-BUSINESS
Istilah E-Business muncul setelah
adanya fenomena mengenai E-Commerce di jagat internet, Yang juga oleh kemajuan
teknologi komputer baik dałam perangkat keras komputer (Hardware) maupun
perangkat lunak komputer (Software), serta kemajuan dari teknologi internet itu
sendiri. IBM (www.ibm.com) merupakan perusahaan yang pertama kali mencetuskan
istilah tentang E-Business sebagai sebuah hal yang bukan hanya mencakup hal-hal
yang dilakukan di dałam E-Commerce. Lalu, apakah yang dimaksud dengan
E-Business?
Definisi-definisi berikut ini menjelaskan tentang apa yang dimaksud
dengan E-Business:
1. Menurut IBM sendiri, E-Business merupakan bentuk transformasi
(perubahan) dari Key Business Process (proses-proses kunci clari suatu bisnis)
ke dałam pemanfaatan teknologi internet. Key Business Process meliputi segala
proses kunci dari suatu bisnis berupa riset produk dan riset pasar,
pengembangan produk dan jasa, penjualan atau pemasaran (Marketing), produksi
(Manufacturing), dan lain-lain.
2. Definisi lain menyatakan bahwa E-Business merupakan bentuk
transformasi dari proses- proses di dałam suatu organisasi untuk mewujudkan
Customer Value (bisnis pelayanan berbasiskan kepada kepuasan konsumen), dengan
memanfaatkan teknologiteknologi komputer, aplikasi komputer, filosofi komputer,
paradigma komputer, yang menjadi bentuk dari ekonomi dunia baru.
3. E-Business merupakan hal di mana E-Commerce termasuk di dalamnya,
terkait dengan proses-proses eksternal Yang dilakukannya, namun Juga memuat
proses-proses internal berupa pengembangan inventori, manajemen resiko (Risk
Management), manajemen sumber daya (Resouce Management) dan lain-lain.
7 ELEMEN PADA E-BUSINESS BESERTA
PERANNYA
Dari definisi-definisi yang telah dijelaskan pada sub bab di atas, tampak
jelas hubungan antara ECommerce yang telah dibahas sebelurnnya dengan
E-Business. Di dalarn sebuah E-Business, sejatinya terdapat tujuh buah elemen
tambahan berupa : Competitive Strategy Competitive Strategy diperlukan di dalam
E-Business sebagai sebuah strategi yang dilakukan agar bisnis dapat bersaing
dengan sehat dan memenangkan persaingan tersebut dengan para kompetitor bisnis
serupa lainnya. Berkaitan dengan pemanfaatan Teknologi Informasi, maka proses
pengambilan keputusan dengan memanfaatkan Data Mining merupakan salah satu
strategi jitu yang dilakukan di dalamnya.
Competitive Strategy ini juga
dilakukan dengan cara mengikuti langkah-langkah yang dilakukan oleh kompetitor
serupa di dalam pemanfaatan Teknologi Informasi di dalam menjalankan bisnisnya.
Misalkan dengan pemanfaatan sarana dan aplikasi berbasis Website dan Mobile
Application, penyediaan layanan ERP (Enterprise Resource Planning) dan SOA
(Service Oriented Architecture), layanan keamanan informasi dan transaksi, dan
lain-lain. Investasi ini dilakukan dengan baik untuk memperoleh manfaat nyata
yang disebut dengan IT Value (nilai pemanfaatan Teknologi Informasi di dalam
suatu usaha atau organisasi), dengan tetap memperhatikan adanya resiko-resiko
yang muncul sebagai dampak dari pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut (IT
Risk Management).
Business Strategy
Business Strategy diperlukan di dalam E-Business sebagai strategi yang
dilakukan agar bisnis dapat berjalan dengan sukses. Termasuk juga di dalamnya
berupa pemanfaatan media dan teknologi internet untuk bisnis tersebut. Misalkan
saja pemasaran produk secara online (melalui internet) dan offline (melalui
media cetak dan dari mulut ke mulut). Sebagaimana strategi bisnis yang
dijalankan pada pemasaran konvesional secara langsung (offline), maka pada
pemasaran global dan online berbasiskan E-Business ini, strategi bisnis tetap
diperlukan dan dijalankan dengan baik. Dengan melihat kebiasaan (Behaviour)
dari para konsumen, maka dapat ditentukan salah satu strategi bisnis di dalam
menjalankan EBusiness. Misalkan apabila tren pengguna internet saat ini adalah
memanfaatkan layanan Social Media (media sosial) dan jejaring sosial (Social
Network), maka sedapat mungkin kedua hal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah
satu media di dalam melakukan periklanan dan publikasi atau sosialisasi ke
pengguna internet umum.
Value Chain
Elemen ketiga di dalam E-Business adalah Value Chain (rantai nilai).
Value Chain didefinisikan oleh penemunya (Michael Porter) sebagai sebuah rantai
urutan aktitifas dan proses yang terdapat di dalam suatu organisasi (baik
instansi pemerintahan, industri, perusahaan, lembaga) yang bermanfaat untuk
membuat sebuah desain produk beserta dengan proses produksi, pemasaran,
pengiriman, dan dukungan teknis di dalamnya terhadap konsumen.
Sumber gambar :
https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-rantai-nilai-atau-valuechain/14585/2
Employess Employess mengacu kepada
aset penting di dalam bisnis anda berupa tenaga kerja (karyawan, tenaga ahli,
teknisi) yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan bisnis dan E-Business anda
berbasiskan internet dann komputer. Peningkatan kemampuan para tenaga kerja
anda ini juga dapat dilakukan melalui adanya pelatihan dan sekolah ke jenjang
yang lebih tinggi. Kemampuan yang meningkat pada para tenaga kerja anda akan
menjamin bisnis berjalan lebih baik lagi.
Customer Customer
adalah salah satu pelaku di dalam
kegiatan transaksi dan bisnis, baik pada dunia fisik maupun secara digital
dalam bentuk E-Commerce dan E-Business. Customer mengacu kepada para pembeli,
pelanggan, konsumen di dalam bisnis anda. Customer harus dapat dipuaskan
melalui keamanan dan kenyamanan layanan yang anda berikan di dalam bisnis anda.
Hal ini akan menimbulkan Trust (kepercayaan) yang berujung kepada peningkatan
pendapatan bisnis anda.
Market Segment
Market Segment atau bagian
(segmen) dari pasaran produk dan jasa bisnis anda, merupakan wujud dari respon
terhadap adanya Competitive Strategy antara bisnis anda dengan bisnis
kompetitor-kompetitor anda (terutama dengan model bisnis yang sama). Penentuan
Market Segment penting untuk dilakukan, agar bisnis anda (termasuk juga
E-Business) dapat berjalan dengan baik.
Business Unit
Business Unit atau unit-unit
bisnis yang anda jalankan, merupakan bagian dari E-Business yang anda jalankan,
dengan memanfaatkan adanya Value Chain (dan proses bisnis di dalamnya),
Employess, serta Business Strategy. Bisnis seutuhnya yang dijalankan melalui
EBusiness, hendaknya memiliki unit-unit bisnis di dalamnya. Hal ini akan
memudahkan di dalam pengelolaan dan proses-proses di dalamnya.
Komentar
Posting Komentar